Srirahmawati’s Weblog

SELAMAT JALAN BAPAK

Selamat Jalan Bapak……

Tuk Kebahagiaan Abadi…..

 

Masa-masa bahagia untuk sementara terhenti oleh palang merah kesedihan. Air mata bercampur rasa duka ini membasahi pipi di wajahku untuk beberapa hari . Walaupun cuaca di luar sana cerah, namun penglihatan mata hati ini, awan tersebut tetap gelap menyelimuti ruang hati yang luka akibat ujian dari sang pencipta yang tiada bisa diundur-undur. Kutepis bisikan iblis ini, tak pantas aku berfikir dan berburuk sangka pada Rabb yang memiliki semua kebahagiaanku itu. Terbisik lagi, terbisik lagi. Entah apa maksud dari semua cobaan, Dia hanya mencoba untuk menaikan derajatku sebagai manusia lemah. Cepat-cepat ku isi relung hati ini dengan gumpalan iman yang telah terlempar, kubasahi bibir ini dengan bertetes  istighfar yang kuanggap mampu membasuhi rasa basi  rayuan iblis.

 Malam ke tiga sepeninggalan bapak, aku hanya bisa terdiam mendengar khutbah pasca tahlilan. Khutbah itu dibawakan dengan semangat sang da’I yang tak lain adalah seorang teman bapak. Raut mukaku berubah sinis, melihat semua mata tertuju padaku “aku tak ingin dikasihani, bapak dipanggil sang khalik….dia kan baik-baik saja, lagi pula, kenapa kalian kasian meliatku, kalian juga kan ditinggal oleh orang tua kalian, bisa jadi dalam waktu dekat anak kalian akan bernasib sama dengan ku” gumamku dalam hati. akhir-akhir ini jiwaku keras, bukan karena bapak telah pergi, banyak yang membuatku menjadi anak ukang (batat), tapi wajar ku pikir, membela hak… aku ingin jadi orang baik yang tak ingin ditindas oleh kebiadaban zaman dan manusia yang hidup pada zaman itu. Aku gak mau juga jadi orang baik bak pelakon utama sinetron berdurasi seabad di tv, yang hanya memusnahkan khayalan makhluk baik akibat terus disiksa. Memang endingnya penuh keharuan tiada tara, namun demikian kan berlanjut di sesi berikutnya. Naik rating, jongkok deh IQ anak bangsa. Edukasi yang diterima, hanya bersifat duniawi. Bagaimana mode pakaian, rambut, sepatu untuk tahun ini? Bagaimana gaya pacaran yang baik dan benar? Bagaimana trik  jitu dalam menjalankan program perselingkuhan? Semua dicontohkan, diberikan dalam kemasan yang menarik. Uh,…. Gara-gara ada tv di kontrakan baru, aku agak tergiur dengan cerita-cerita murahan itu. Film dan sinetron bernuansakan Islam pun memberi hiburan hidayah yang ujung-ujungnya cinta dengan pangeran hati si bintangnya. Waduh, makin bodoh ummat seperti saya nie? Lebih suka aku meneruskan pemikiranku  tentang menjadi manusia kuat yang mampu menahan air mata sesal, amarah kotor, dan sifat yang tercela. Aku tak mau jadi parasit dalam hidupku sendiri.

Selama ini aku terlalu lemah menhadapi segala. Tak semua orang menganggap kebaikan yang selama ini kuperbuat. Apa pula ku pikir, yang penting di hadapan Rabb, aku menjadi manusia yang sedang dalam tahap perbaikan. Lagian, bapak selalu menganggapku sebagai anak yang baik hati. hanya dia,….ya…hanya bapak dan ibu yang berfikir demikian. Yang mengatakan kalau aku anak yang cerdas, selalu menyenangkan. Itu saja cukup membuatku terbang ringan dengan tawa berbahak-bahak sampai ke langit ke tujuh, menjadikanku anak yang paling bahagia. Mau dicaci orang, dimaki, bahkan dibunuh, aku siap menghadapinya,,, betapa tidak, ada ulama dan perempuan hebat yang kan membelaku. Yang senantiasa menantiku dalam kerinduan hati yang mendalam. Anak perempuan bapak yang satu ini selalu berteriak kalau ada permasalahan di mana saja. Share ke mereka membuatku sebagai anak multi solusi yang di cari orang-orang sekitarku. Bahagia, bak sayap kanan kiri yang sedang menerbangkanku melayang ke dunia fantasi penghambaan pada Rabb yang telah diperkenalkannya padaku. Khayalan akan kenangan termanis tiada ganti itu tiba-tiba hilang sesaat sosok gendut yang tepat berdiri di hadapanku memberi pernyataan, ya… penceramah itu mengagetkanku dari buaian impian sesaat…”buat anakku yang ditinggalkan, kalian bertiga bukan anak yatim, berbanggalah kalian, di saat kepergiannya, begitu banyak wasiat ilmu hidup dan agama yang telah diwariskannya untuk kalian. Kalian tidak yatim…. Kecuali yang terjadi pada anak-anak yang sepeninggalan orang tuanya tidak diberi ilmu sedikitpun…berbahagialah kalian” ujar Tengku yang beberapa kali memuji bapak yang saat hidupnya penuh dengan keridhaan akan Tuhan. Alhamdulillah, pikirku… bapak menjadi tauladan bagi banyak orang yang mengenalnya. Aku sepakat juga dengan omongan beliau yang diprediksi akan berkhutbah dua jam lebih oleh pendengar setianya di ruangan belakang. haha…ada-ada saja para ibu yang memiringkan bibir saat diumumkan siapa yang menjadi pembicara di malam itu. Malam nenggari atau malam ke tiga si Mayit berada dalam pusara kubur yang menjadi bagian kehidupan setelah kehidupan duniawi. Cocok sekali, aku bukan anak yatim, toh bapak masih hidup di alam sana. Baru kemudian akupun dengan seksama mendengarkan lanjutan sang da’I. setelah lama aku tak menghiraukan malam itu. “anakku jangan bersedih, jangan, kalian masih banyak saudara, masih banyak famili yang mampu mengayomi kalian, ada nenek yang menjadi tempat kalian mengadu.. jangan sedih anakku… meskipun kalian kini tlah yatim…. Bahkan piatu…”. Dadaku sesak, air mataku mengalir deras, membasahi kerudung pink. Berbeda lagi, pernyataan terakhir membuat lukaku semakin dalam dan lebar, teriris tajamnya ucapan akhir sang pemimpin malam itu. ‘bahkan piatu…’ berulang-ulang menggema di telingaku. ‘bahkan piatu…’,’bahkan piatu….’, terulang lagi, bangunkan aku hey orang-orang di sana, aku sedang mimpi buruk dengan seeorang khatib yang berbohong, heyyy bangunkan aku cepat, ini pasti mimpi di pagi hari menjelang subuh, cepat… sebelum matahari mengisyaratkan dhuha kan menjelang…… cepaaaaaaaaaaaaaaaat.

Uh… dag…dig….dug….astaghfirullah….. jantungku berdebar,  jiwaku melayang, tak ada kuasa tuk menahan rasa luka ini. Bukan tak ridha, namun inilah yang terjadi, sepeninggalan bapak, hidupku serasa semakin terpuruk. Entah bagaimana aku kan menghadapi hari-hari tanpanya, tanpa kekasih hati, yang melafadzkan lantunan kamad nan merdu, membisikan ketelingaku asma Allah, yang hingga kini mengisi ruang hatiku. Membanting tulang tuk kehidupanku, memimpikanku menjadi manusia yang beradab, mengasihi orang, meneladani habiballah. Semua itu hilang, tergantikan dengan rasa rindu berkepanjangan, rasa ingin bersama lagi, bersama tuk menangis, bersama tuk tersenyum. Aku kan baik-baik saja? Mampukah aku tanpanya?  Ku sadarkan diri, bahwa bapak tlah pergi, tlah bersama Rabb di sana, menemani ibu yang tlah lama sendiri tiada sahabat setia di sisi. Tapi, aku sendiri? Bagaimana dengan ku kini, dan nanti? Siapa yang bertanggung jawab? Aku masih kecil, masih suka menangis, aku belum selesai kuliah, aku belum menikah. Siapa yang mengurusi pernikahanku? Hah? Siapa? Apa aku tak usah menikah? Aku liat para sahabat, diiringi doa kedua orang tuanya, menyaksikan ijab kabul sang anak, menantikan kebahagian baru untuk kehidupan yang berkelanjutan dengan episode sebelumnya. Namun, bagaimana denganku? Bapak? Ibu? Tuhan? Bagaimana denganku? Siapa yang paling bahagia menanti kebahagiaan itu? Siapa? Jeritku dalam hati, kerudung pun tlah basah, semakin kutundukan kepalaku kehadapan bumi, seraya berharap kan ada yang menjawab pertanyaanku.

“anakku, ingatlah… meskipun ayah ibumu tlah pergi mendahuluimu, kalian harus tetap hidup….” Hambar-hambar ku dengar lanjutan pidato plin-plan malam itu. “kalian disayang Allah, lihat Muhammad, Rasulullah, dia adalah kekasih Allah, yang juga sama sepertimu, yatim piatu….anakku, bercerminlah pada kehidupan Beliau…teladanilah Beliau…kalian kan selamat dunia-akhirat…”ucapan akhir ini….dengan nada lantang… tengku tlah membuatku membuka mata yang berlumur lumpur pahit kesedihan. Blep. Rasul….muhammad…..aku tlah mendapatkan sahabat yang bernasib serupa? Itu artinya bukan hanya aku? Seolah tak tampak yang lain, aku memuji kebesaran Allah. Yang dicinta olehNya bernasib sama sepertiku….menusia yang di agungkan bapak dan ibu sama sepertiku? . Hatiku serasa lunak dari kerasnya selimut duka. Rasulullah, ya…. Aku harus segera membaca shirahnya kembali, aku kan punya semangat baru.

Ceramah malam itupun selesai dengan ucapan syukur kaum hawa yang ternyata tlah lama bosan dengan isi ceramah kenarcisan sang tengku di berbagai kesempatan. “kok, gak jadi dua jam ya? Syukur deh, untung  belum tertidur pulas” ejek seorang ibu yang bekerja seharian dalam mempersiapkan acara malam itu. Ending yang membuatku tak sedikitpun terasuki dengan omongan perempuan-perempuan separo baya. Tak plin-plan lagi. Di tiga hari, huh…ini yang aku cari…. Rasulullah sang Yatim Piatu…….

BUNGA DARI PUTRIMU

YANG MASIH TERUS MENANGIS…..

YANG MASIH KECIL DALAM SETIAP DEKAPANMU….

SRI RAHMAWATI BINTI  NAZARUDDIN M.

YANG MASIH MENAPAK DI BUMI ALLAH S.W.T

Advertisements

ayahku tersayang (tlah wafat 28 Mei 09)

Kuatkan aku dalam kesendirian ini ya Rabb, dalam dingin nya malam ini, berselimut derita pahit kesedihan yang mendalam. berikan aku keikhlasan yang mampu menjadikanku sebagai anak amal shaleh…

kulit berbeda tak membuat kami terpisah… ada saja kisah yang membuatku terharu hidup bersama kedua saudara yang terlahir dari rahim suci seorang Bunda. ya…they are my brothers. B’ Ikhwan dan Item adiku. mereka selalu ada dalam hatiku. walaupun terkadang ada saja yang membuat ku kesal akan tingkah mereka…mereka terlalu memperhatikanku. mungkin karena aku satu-satunya saudara perempuan mereka yang juga sangat terpukul kala ujian menimpa keluarga ku. Aku sangat rindu, jika mereka tak ada bersamaku. aku ingin kami bersama kembali walaupun itu bukan untuk selamany di dunia ini. kami saling mengingati, menghargai dan tak pernah luput  dari kami untuk senantiasa hadir saat seorang dari kami membutuhkan bantuan. my brothers, i love u naw n 4ever….

Buat my friends yang always penasaran ‘Sri ngapain aja ne sekarang?’, palagi pasca tumbang dari jabatan super di salah satu organisasi ter OK di kampus….ya…ni jawabannya. 2 minggu setelah lengser Sri langsung buka jadwal tahunan yang di dalamnya terdapat segala resolusi busuk yang aku buat setiap tahunnya untuk menempuh my new future. ya…ada segalanya: mulai dari status aku sebagai mahasiswa, yang memang sangat beruntung masih bisa peroleh IPK 2,…(ada deh…,gak banyak…moga seluruh sodara aku gak baca nie tulisan….), rumah kost yang sebulan lagi mo habis kontrakan, utang-piutang, berpuluh buku yang baru aku kumpulin setahun hasil jerih payahku yang belum kubaca, waduhh…banyak yang terabaikan. note book kecil lusuh berisi time table untuk setiap hari yang juga di sertakan dengan evaluasinya juga sempat membuatku renyuh dan bilang”kurang ajar,…anak gak tau diri”..tau gak, nilai ibadahku gak berkualitas, shalat molor, hafal Al-Qur’an nilainya 0 BESAR…, kualitas bahasa Inggris juga gitu, bangun tidur cuma 30 persen yang ok selama setahun alias banyak bangun kesiangan, baca buku seminggu mungkin cuma 2 jam….Oh…No,,,,,,,Sri….ur’r dog…(shut up, ni khusus buat Sri aja…), kerjaan abisin duit aja…. tanggal 10 awal bulan, duit belanja udah habies,,, beli baju, sepatu, alat make up yang memang luar biasa mahal n gak butuh2 bgt(sorry ya frien, Sri@ ge marah ma dirinya sendiri.duitnya cuma abies untuk tu alat aja, mulai dari produk rambut ampe ujung kaki, gak standar bgt ma kocek bulanan. kutek, lipstik yang memang dy ga suka, eye liner berapa biji, lotion tangan, cream tangan, belum lagi produk muka,,, bukannya pengen tampil sok orkay gt, tapi emang ni anak ga bisa pegang duit. mungkin klo ada anjing yang ge lapar n minta duit yang ada di tangannya buat dimakan, mungkin si Sri kasi….Sadar Ri’, ketauan seminggu yang lalu mukanya gatal2 n harus dilarikan ke Dr. spesialis Kulit. semua produk harus diganti…otomatis kuras dompet lagi. yang jelas  memang bukan duit dy , ya abangnya yang memang perhatian bgt ma adek2@ itu….”udah kampus pake cadar aja…hahaha…”usul abangnya waktu liat muka si Sri kayak di guna-guna orang karena suka guna-guna orang jg..hehehe) benar…. yang aku tau cuma duniawi aja…. tahajjud, ibadah favoritku juga hampir nyaris terabaikan, sadaqah apa lagi, mending aku beli somay….duh Ri’. banyak tegurankan?, tadi pagi buktinya, mo molor2in shalat shubuh dengan selimut bekas adek aku ikut Porda, tau2nya seekor lipan naik ke atas badanku,,,ih serem bgt…..kupukul dengan bantal…. ya malah aku yang hampir pipis celana kegelian waktu tu binatang mengerikan lari…tu baru tingkat niat molorin waktu shalat, gimana yang laen buk? jadi friends…jelaskan… apa yang harus aku kerjakan saat ini. rehab dan rekon diri pribadi aja. mulai dari urusan kuliah, da’wah untuk pribadi, kembangin skill, n juga InsyaAllah mo giat dalam bisnis yang udah terlanjur aku geluti…(gaya…tapi bener lho, buat kamu-kamu yang ingin tampil ok, Sri R.Nazar menyediakan produk kosmetik alami dari Swedia, yang di buat dari bahan2 alami dan bisa ngutang, apalagi kalau bukan Oriflame’s Product, tersedia juga produk stylisyh seperti baju, sepatu, tas yang langsung kami berikan kepada Anda dari perusahaan ternama dunia SOPHIMARTIN Paris, juga KK Indonesia yang menyediakan suplemen dan multivitamin tubuh yang akan menjaga Anda dalam beraktivitas…cuihhhhh….) seius di tunggu,….. yang berminat hub aja 085262142471 atas nama Sri Rahmawati Nazar…ujung2nya emang gt si Sri….(ni siapa…nimbrung mulu?)……..

Cinta itu seperti sinar matahari, memberi TANPA mengharap kembali. Cinta itu seperti sinar matahari, TIDAK MEMILIH siapa yang ia sinari. Cinta itu seperti sinar matahari yang MEMBERI KEHANGATAN DI HATI..
  • Dari Abu Hurairah, Rasulullah s.a.w. bersabda:”Kalian bila tidur, maka syetan membuat 3 ikatan di kepala kalian yang membuat tidur kalian nyenyak, kalau kalian bangun dan berdzikir kepada Allah maka lepaslah satu ikatan, kalau wudlu maka lepaslah ikatan kedua dan ketika sholat maka lepaslah ikatan ketiga, maka kalian akan bangun pagi dengan giat dan hati yang bersih, kalau tidak maka kalian akan bangun malas dengan hati yang keruh” (H. R. Muslim)

    • None
    • srirahmawati: Jadi anak amal shaleh hanya untuk kedua orang tuaku tersayang
    • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

    Categories