Posted by: srirahmawati on: May 27, 2008
Sadar terbangun dari mimpi, mengingat subuh yang kunanti ternyata belum juga tiba, jam beker lusuh di meja belajar tua peninggalan sepupuku itu masih mengisyaratkan belum waktunya untuk bangun. dingin udara tengah malam menusuk tulang dan menjadikanku orang yang sepi kala itu. foto seseorang yang sangat kucintai mengingatkanku untuk segera bangkit dan menoreh ke sebuah album tua yang kubawa paksa dari kampung. foto kenangan manis masa lalu, tak menyadarkanku untuk jangan menjadi anak yang cengeng. Air mata bercucuran menghangatkan seluruh mukaku, “nah, ni dy anak bunda yang pandai, cerdas dan rajin ibadah”teringat langsung suara bunda yang tiga tahun lalu masih bersamaku. tidak, aku tak boleh lagi hanyut dalam ganasnya kesedihan. cepat-cepat kututup album memori indah dah pahit itu. langkah kaki hendak menuju kamar mandi terhambat dengan sebuah diary yang ada di rak buku dekat pintu masuk kamar mandi. diary dengan cover berby pink itu, membuatku terhentak dan ingin berteriak, hatiku kini panas.. banyak waktu yang sudah kulalui, yang terekam dalam memori otak cerdasku, terdokumentasi ke foto-foto yang tak nyata lagi, tertulis dengan kata-kata indah dalam diary cantikku, semuanya sudah kulalui, aku tak mau lagi sejarah hidup itu membuatku tak berdaya, membuatku gelisah dengan apa yang sudah kulakukan. langsung niat untuk bertahajjud ku laksanakan. dalam do’a nikmat rasanya aku mengadu padaNya, deraian air mata membuatku semakin ingin hijrah dan terus istiqamah dalam mencari cintaNya.”ya…Rabb, aku sangat mencintaiMu, aku ingin tempuh segala hanya untuk Mu…”pintaku. hanya Rabb yang selalu ada, tiada pernah tiada dalam resahku, mencintaiku apa adanya, tulus tak mengenal kekuranganku, menjadikanku selalu yang terbaik, gumamku dalam hati. jam juga sudah di seprtiga malam, berdering pula handphone pemberian abang ku”hallo….”tiada yang menjawab sapaanku.berdering berulang kembali, membuatku tak khusuk lagi bertafakur.iseng banget pikirku, kini berdering menandakan pesan singkat masuk
Assalamu’alaikum
Ukhti,, di indahnya malam ini, bangunlah…ada yang menunggumu dalam kehangatan cinta
langsung menatapmu dengan kasih, mengijabahkan do’amu
menunggumu untuk kembali dan mengadu gundahmu,
ayo, ukhti bangun, bersama mencari cinta yang kekal dan hakiki
………………seseorang yang sangat mencintaimu…….
aku terperanjat, siapa ini? aku tak mengenali nomor yang setiap malam membangunkan ku untuk bertahajjud, aku semakin bimbang, resah…aku tak mau aku diingatkan, aku tak mau ada seseorang misterius yang memerhatikan pribadiku..’YA Allah, apa ini?…aku tak mau ini kembali terjadi, jauhkan aku dari fitnah…aku hanya ingin cinta dari Mu ya Allah, hingga kini aku tak tau siapa dia, pernah kuhubung berkali-kali, tapi yang ada ucapan salam dengan suara merdu dan lembut, sepertinya aku mulai tau, firasat ku mengatakan pasti dia, seseorang yang selalu memandangku aneh, melihat dan terkadang tersenyum…Ya Allah, aku tak kenal siapapun dari sahabat dia, ketika aku shalat terburu-buru mengejar rapat kerjaku, aku melihat dia sedang melihatku saat salam terakhir…aku tak tau lagi harus berbuat apa, aku bingung, aku ganti saja nomor hape ku, tapi tatkala aku berpikir demikian hatiku terasa ingin menangis, aku teringat, tak akan pernah berjumpa lagi dengan dirinya. aku kini jauh, dan harus menghindar darinya. rasa sedihpun membuatku berdo’a”ya…Allah…kalau dia yang terbaik untuku, dekatkan dia padaku. karena aku sangat mencintaiMu ya Allah”.hari-hariku kini selalu terbayang dirinya, mengingat aku akan jarang berjumpa, aku harap hanya Rabb yang tau. fitrah itu kini mewarnai hari-hariku. tak seperti biasa, pagi yang ku awali dengan tahajjud menjelang subuh itu membuatku semakin bersemangat”ya…Allah, hari ini moga niatku terus hanya untuk Mu”…