Posted by: srirahmawati on: January 4, 2010
Selamat Jalan Bapak……
Tuk Kebahagiaan Abadi…..
Masa-masa bahagia untuk sementara terhenti oleh palang merah kesedihan. Air mata bercampur rasa duka ini membasahi pipi di wajahku untuk beberapa hari . Walaupun cuaca di luar sana cerah, namun penglihatan mata hati ini, awan tersebut tetap gelap menyelimuti ruang hati yang luka akibat ujian dari sang pencipta yang tiada bisa diundur-undur. Kutepis bisikan iblis ini, tak pantas aku berfikir dan berburuk sangka pada Rabb yang memiliki semua kebahagiaanku itu. Terbisik lagi, terbisik lagi. Entah apa maksud dari semua cobaan, Dia hanya mencoba untuk menaikan derajatku sebagai manusia lemah. Cepat-cepat ku isi relung hati ini dengan gumpalan iman yang telah terlempar, kubasahi bibir ini dengan bertetes istighfar yang kuanggap mampu membasuhi rasa basi rayuan iblis.
Malam ke tiga sepeninggalan bapak, aku hanya bisa terdiam mendengar khutbah pasca tahlilan. Khutbah itu dibawakan dengan semangat sang da’I yang tak lain adalah seorang teman bapak. Raut mukaku berubah sinis, melihat semua mata tertuju padaku “aku tak ingin dikasihani, bapak dipanggil sang khalik….dia kan baik-baik saja, lagi pula, kenapa kalian kasian meliatku, kalian juga kan ditinggal oleh orang tua kalian, bisa jadi dalam waktu dekat anak kalian akan bernasib sama dengan ku” gumamku dalam hati. akhir-akhir ini jiwaku keras, bukan karena bapak telah pergi, banyak yang membuatku menjadi anak ukang (batat), tapi wajar ku pikir, membela hak… aku ingin jadi orang baik yang tak ingin ditindas oleh kebiadaban zaman dan manusia yang hidup pada zaman itu. Aku gak mau juga jadi orang baik bak pelakon utama sinetron berdurasi seabad di tv, yang hanya memusnahkan khayalan makhluk baik akibat terus disiksa. Memang endingnya penuh keharuan tiada tara, namun demikian kan berlanjut di sesi berikutnya. Naik rating, jongkok deh IQ anak bangsa. Edukasi yang diterima, hanya bersifat duniawi. Bagaimana mode pakaian, rambut, sepatu untuk tahun ini? Bagaimana gaya pacaran yang baik dan benar? Bagaimana trik jitu dalam menjalankan program perselingkuhan? Semua dicontohkan, diberikan dalam kemasan yang menarik. Uh,…. Gara-gara ada tv di kontrakan baru, aku agak tergiur dengan cerita-cerita murahan itu. Film dan sinetron bernuansakan Islam pun memberi hiburan hidayah yang ujung-ujungnya cinta dengan pangeran hati si bintangnya. Waduh, makin bodoh ummat seperti saya nie? Lebih suka aku meneruskan pemikiranku tentang menjadi manusia kuat yang mampu menahan air mata sesal, amarah kotor, dan sifat yang tercela. Aku tak mau jadi parasit dalam hidupku sendiri.
Selama ini aku terlalu lemah menhadapi segala. Tak semua orang menganggap kebaikan yang selama ini kuperbuat. Apa pula ku pikir, yang penting di hadapan Rabb, aku menjadi manusia yang sedang dalam tahap perbaikan. Lagian, bapak selalu menganggapku sebagai anak yang baik hati. hanya dia,….ya…hanya bapak dan ibu yang berfikir demikian. Yang mengatakan kalau aku anak yang cerdas, selalu menyenangkan. Itu saja cukup membuatku terbang ringan dengan tawa berbahak-bahak sampai ke langit ke tujuh, menjadikanku anak yang paling bahagia. Mau dicaci orang, dimaki, bahkan dibunuh, aku siap menghadapinya,,, betapa tidak, ada ulama dan perempuan hebat yang kan membelaku. Yang senantiasa menantiku dalam kerinduan hati yang mendalam. Anak perempuan bapak yang satu ini selalu berteriak kalau ada permasalahan di mana saja. Share ke mereka membuatku sebagai anak multi solusi yang di cari orang-orang sekitarku. Bahagia, bak sayap kanan kiri yang sedang menerbangkanku melayang ke dunia fantasi penghambaan pada Rabb yang telah diperkenalkannya padaku. Khayalan akan kenangan termanis tiada ganti itu tiba-tiba hilang sesaat sosok gendut yang tepat berdiri di hadapanku memberi pernyataan, ya… penceramah itu mengagetkanku dari buaian impian sesaat…”buat anakku yang ditinggalkan, kalian bertiga bukan anak yatim, berbanggalah kalian, di saat kepergiannya, begitu banyak wasiat ilmu hidup dan agama yang telah diwariskannya untuk kalian. Kalian tidak yatim…. Kecuali yang terjadi pada anak-anak yang sepeninggalan orang tuanya tidak diberi ilmu sedikitpun…berbahagialah kalian” ujar Tengku yang beberapa kali memuji bapak yang saat hidupnya penuh dengan keridhaan akan Tuhan. Alhamdulillah, pikirku… bapak menjadi tauladan bagi banyak orang yang mengenalnya. Aku sepakat juga dengan omongan beliau yang diprediksi akan berkhutbah dua jam lebih oleh pendengar setianya di ruangan belakang. haha…ada-ada saja para ibu yang memiringkan bibir saat diumumkan siapa yang menjadi pembicara di malam itu. Malam nenggari atau malam ke tiga si Mayit berada dalam pusara kubur yang menjadi bagian kehidupan setelah kehidupan duniawi. Cocok sekali, aku bukan anak yatim, toh bapak masih hidup di alam sana. Baru kemudian akupun dengan seksama mendengarkan lanjutan sang da’I. setelah lama aku tak menghiraukan malam itu. “anakku jangan bersedih, jangan, kalian masih banyak saudara, masih banyak famili yang mampu mengayomi kalian, ada nenek yang menjadi tempat kalian mengadu.. jangan sedih anakku… meskipun kalian kini tlah yatim…. Bahkan piatu…”. Dadaku sesak, air mataku mengalir deras, membasahi kerudung pink. Berbeda lagi, pernyataan terakhir membuat lukaku semakin dalam dan lebar, teriris tajamnya ucapan akhir sang pemimpin malam itu. ‘bahkan piatu…’ berulang-ulang menggema di telingaku. ‘bahkan piatu…’,’bahkan piatu….’, terulang lagi, bangunkan aku hey orang-orang di sana, aku sedang mimpi buruk dengan seeorang khatib yang berbohong, heyyy bangunkan aku cepat, ini pasti mimpi di pagi hari menjelang subuh, cepat… sebelum matahari mengisyaratkan dhuha kan menjelang…… cepaaaaaaaaaaaaaaaat.
Uh… dag…dig….dug….astaghfirullah….. jantungku berdebar, jiwaku melayang, tak ada kuasa tuk menahan rasa luka ini. Bukan tak ridha, namun inilah yang terjadi, sepeninggalan bapak, hidupku serasa semakin terpuruk. Entah bagaimana aku kan menghadapi hari-hari tanpanya, tanpa kekasih hati, yang melafadzkan lantunan kamad nan merdu, membisikan ketelingaku asma Allah, yang hingga kini mengisi ruang hatiku. Membanting tulang tuk kehidupanku, memimpikanku menjadi manusia yang beradab, mengasihi orang, meneladani habiballah. Semua itu hilang, tergantikan dengan rasa rindu berkepanjangan, rasa ingin bersama lagi, bersama tuk menangis, bersama tuk tersenyum. Aku kan baik-baik saja? Mampukah aku tanpanya? Ku sadarkan diri, bahwa bapak tlah pergi, tlah bersama Rabb di sana, menemani ibu yang tlah lama sendiri tiada sahabat setia di sisi. Tapi, aku sendiri? Bagaimana dengan ku kini, dan nanti? Siapa yang bertanggung jawab? Aku masih kecil, masih suka menangis, aku belum selesai kuliah, aku belum menikah. Siapa yang mengurusi pernikahanku? Hah? Siapa? Apa aku tak usah menikah? Aku liat para sahabat, diiringi doa kedua orang tuanya, menyaksikan ijab kabul sang anak, menantikan kebahagian baru untuk kehidupan yang berkelanjutan dengan episode sebelumnya. Namun, bagaimana denganku? Bapak? Ibu? Tuhan? Bagaimana denganku? Siapa yang paling bahagia menanti kebahagiaan itu? Siapa? Jeritku dalam hati, kerudung pun tlah basah, semakin kutundukan kepalaku kehadapan bumi, seraya berharap kan ada yang menjawab pertanyaanku.
“anakku, ingatlah… meskipun ayah ibumu tlah pergi mendahuluimu, kalian harus tetap hidup….” Hambar-hambar ku dengar lanjutan pidato plin-plan malam itu. “kalian disayang Allah, lihat Muhammad, Rasulullah, dia adalah kekasih Allah, yang juga sama sepertimu, yatim piatu….anakku, bercerminlah pada kehidupan Beliau…teladanilah Beliau…kalian kan selamat dunia-akhirat…”ucapan akhir ini….dengan nada lantang… tengku tlah membuatku membuka mata yang berlumur lumpur pahit kesedihan. Blep. Rasul….muhammad…..aku tlah mendapatkan sahabat yang bernasib serupa? Itu artinya bukan hanya aku? Seolah tak tampak yang lain, aku memuji kebesaran Allah. Yang dicinta olehNya bernasib sama sepertiku….menusia yang di agungkan bapak dan ibu sama sepertiku? . Hatiku serasa lunak dari kerasnya selimut duka. Rasulullah, ya…. Aku harus segera membaca shirahnya kembali, aku kan punya semangat baru.
Ceramah malam itupun selesai dengan ucapan syukur kaum hawa yang ternyata tlah lama bosan dengan isi ceramah kenarcisan sang tengku di berbagai kesempatan. “kok, gak jadi dua jam ya? Syukur deh, untung belum tertidur pulas” ejek seorang ibu yang bekerja seharian dalam mempersiapkan acara malam itu. Ending yang membuatku tak sedikitpun terasuki dengan omongan perempuan-perempuan separo baya. Tak plin-plan lagi. Di tiga hari, huh…ini yang aku cari…. Rasulullah sang Yatim Piatu…….
BUNGA DARI PUTRIMU
YANG MASIH TERUS MENANGIS…..
YANG MASIH KECIL DALAM SETIAP DEKAPANMU….
SRI RAHMAWATI BINTI NAZARUDDIN M.
YANG MASIH MENAPAK DI BUMI ALLAH S.W.T
Posted by: srirahmawati on: June 26, 2009
Kuatkan aku dalam kesendirian ini ya Rabb, dalam dingin nya malam ini, berselimut derita pahit kesedihan yang mendalam. berikan aku keikhlasan yang mampu menjadikanku sebagai anak amal shaleh…
Posted by: srirahmawati on: July 11, 2008
Posted by: srirahmawati on: June 25, 2008
Buat my friends yang always penasaran ‘Sri ngapain aja ne sekarang?’, palagi pasca tumbang dari jabatan super di salah satu organisasi ter OK di kampus….ya…ni jawabannya. 2 minggu setelah lengser Sri langsung buka jadwal tahunan yang di dalamnya terdapat segala resolusi busuk yang aku buat setiap tahunnya untuk menempuh my new future. ya…ada segalanya: mulai dari status aku sebagai mahasiswa, yang memang sangat beruntung masih bisa peroleh IPK 2,…(ada deh…,gak banyak…moga seluruh sodara aku gak baca nie tulisan….), rumah kost yang sebulan lagi mo habis kontrakan, utang-piutang, berpuluh buku yang baru aku kumpulin setahun hasil jerih payahku yang belum kubaca, waduhh…banyak yang terabaikan. note book kecil lusuh berisi time table untuk setiap hari yang juga di sertakan dengan evaluasinya juga sempat membuatku renyuh dan bilang”kurang ajar,…anak gak tau diri”..tau gak, nilai ibadahku gak berkualitas, shalat molor, hafal Al-Qur’an nilainya 0 BESAR…, kualitas bahasa Inggris juga gitu, bangun tidur cuma 30 persen yang ok selama setahun alias banyak bangun kesiangan, baca buku seminggu mungkin cuma 2 jam….Oh…No,,,,,,,Sri….ur’r dog…(shut up, ni khusus buat Sri aja…), kerjaan abisin duit aja…. tanggal 10 awal bulan, duit belanja udah habies,,, beli baju, sepatu, alat make up yang memang luar biasa mahal n gak butuh2 bgt(sorry ya frien, Sri@ ge marah ma dirinya sendiri.duitnya cuma abies untuk tu alat aja, mulai dari produk rambut ampe ujung kaki, gak standar bgt ma kocek bulanan. kutek, lipstik yang memang dy ga suka, eye liner berapa biji, lotion tangan, cream tangan, belum lagi produk muka,,, bukannya pengen tampil sok orkay gt, tapi emang ni anak ga bisa pegang duit. mungkin klo ada anjing yang ge lapar n minta duit yang ada di tangannya buat dimakan, mungkin si Sri kasi….Sadar Ri’, ketauan seminggu yang lalu mukanya gatal2 n harus dilarikan ke Dr. spesialis Kulit. semua produk harus diganti…otomatis kuras dompet lagi. yang jelas memang bukan duit dy , ya abangnya yang memang perhatian bgt ma adek2@ itu….”udah kampus pake cadar aja…hahaha…”usul abangnya waktu liat muka si Sri kayak di guna-guna orang karena suka guna-guna orang jg..hehehe) benar…. yang aku tau cuma duniawi aja…. tahajjud, ibadah favoritku juga hampir nyaris terabaikan, sadaqah apa lagi, mending aku beli somay….duh Ri’. banyak tegurankan?, tadi pagi buktinya, mo molor2in shalat shubuh dengan selimut bekas adek aku ikut Porda, tau2nya seekor lipan naik ke atas badanku,,,ih serem bgt…..kupukul dengan bantal…. ya malah aku yang hampir pipis celana kegelian waktu tu binatang mengerikan lari…tu baru tingkat niat molorin waktu shalat, gimana yang laen buk? jadi friends…jelaskan… apa yang harus aku kerjakan saat ini. rehab dan rekon diri pribadi aja. mulai dari urusan kuliah, da’wah untuk pribadi, kembangin skill, n juga InsyaAllah mo giat dalam bisnis yang udah terlanjur aku geluti…(gaya…tapi bener lho, buat kamu-kamu yang ingin tampil ok, Sri R.Nazar menyediakan produk kosmetik alami dari Swedia, yang di buat dari bahan2 alami dan bisa ngutang, apalagi kalau bukan Oriflame’s Product, tersedia juga produk stylisyh seperti baju, sepatu, tas yang langsung kami berikan kepada Anda dari perusahaan ternama dunia SOPHIMARTIN Paris, juga KK Indonesia yang menyediakan suplemen dan multivitamin tubuh yang akan menjaga Anda dalam beraktivitas…cuihhhhh….) seius di tunggu,….. yang berminat hub aja 085262142471 atas nama Sri Rahmawati Nazar…ujung2nya emang gt si Sri….(ni siapa…nimbrung mulu?)……..
Posted by: srirahmawati on: June 11, 2008
Posted by: srirahmawati on: June 11, 2008
Posted by: srirahmawati on: May 27, 2008
Sadar terbangun dari mimpi, mengingat subuh yang kunanti ternyata belum juga tiba, jam beker lusuh di meja belajar tua peninggalan sepupuku itu masih mengisyaratkan belum waktunya untuk bangun. dingin udara tengah malam menusuk tulang dan menjadikanku orang yang sepi kala itu. foto seseorang yang sangat kucintai mengingatkanku untuk segera bangkit dan menoreh ke sebuah album tua yang kubawa paksa dari kampung. foto kenangan manis masa lalu, tak menyadarkanku untuk jangan menjadi anak yang cengeng. Air mata bercucuran menghangatkan seluruh mukaku, “nah, ni dy anak bunda yang pandai, cerdas dan rajin ibadah”teringat langsung suara bunda yang tiga tahun lalu masih bersamaku. tidak, aku tak boleh lagi hanyut dalam ganasnya kesedihan. cepat-cepat kututup album memori indah dah pahit itu. langkah kaki hendak menuju kamar mandi terhambat dengan sebuah diary yang ada di rak buku dekat pintu masuk kamar mandi. diary dengan cover berby pink itu, membuatku terhentak dan ingin berteriak, hatiku kini panas.. banyak waktu yang sudah kulalui, yang terekam dalam memori otak cerdasku, terdokumentasi ke foto-foto yang tak nyata lagi, tertulis dengan kata-kata indah dalam diary cantikku, semuanya sudah kulalui, aku tak mau lagi sejarah hidup itu membuatku tak berdaya, membuatku gelisah dengan apa yang sudah kulakukan. langsung niat untuk bertahajjud ku laksanakan. dalam do’a nikmat rasanya aku mengadu padaNya, deraian air mata membuatku semakin ingin hijrah dan terus istiqamah dalam mencari cintaNya.”ya…Rabb, aku sangat mencintaiMu, aku ingin tempuh segala hanya untuk Mu…”pintaku. hanya Rabb yang selalu ada, tiada pernah tiada dalam resahku, mencintaiku apa adanya, tulus tak mengenal kekuranganku, menjadikanku selalu yang terbaik, gumamku dalam hati. jam juga sudah di seprtiga malam, berdering pula handphone pemberian abang ku”hallo….”tiada yang menjawab sapaanku.berdering berulang kembali, membuatku tak khusuk lagi bertafakur.iseng banget pikirku, kini berdering menandakan pesan singkat masuk
Assalamu’alaikum
Ukhti,, di indahnya malam ini, bangunlah…ada yang menunggumu dalam kehangatan cinta
langsung menatapmu dengan kasih, mengijabahkan do’amu
menunggumu untuk kembali dan mengadu gundahmu,
ayo, ukhti bangun, bersama mencari cinta yang kekal dan hakiki
………………seseorang yang sangat mencintaimu…….
aku terperanjat, siapa ini? aku tak mengenali nomor yang setiap malam membangunkan ku untuk bertahajjud, aku semakin bimbang, resah…aku tak mau aku diingatkan, aku tak mau ada seseorang misterius yang memerhatikan pribadiku..’YA Allah, apa ini?…aku tak mau ini kembali terjadi, jauhkan aku dari fitnah…aku hanya ingin cinta dari Mu ya Allah, hingga kini aku tak tau siapa dia, pernah kuhubung berkali-kali, tapi yang ada ucapan salam dengan suara merdu dan lembut, sepertinya aku mulai tau, firasat ku mengatakan pasti dia, seseorang yang selalu memandangku aneh, melihat dan terkadang tersenyum…Ya Allah, aku tak kenal siapapun dari sahabat dia, ketika aku shalat terburu-buru mengejar rapat kerjaku, aku melihat dia sedang melihatku saat salam terakhir…aku tak tau lagi harus berbuat apa, aku bingung, aku ganti saja nomor hape ku, tapi tatkala aku berpikir demikian hatiku terasa ingin menangis, aku teringat, tak akan pernah berjumpa lagi dengan dirinya. aku kini jauh, dan harus menghindar darinya. rasa sedihpun membuatku berdo’a”ya…Allah…kalau dia yang terbaik untuku, dekatkan dia padaku. karena aku sangat mencintaiMu ya Allah”.hari-hariku kini selalu terbayang dirinya, mengingat aku akan jarang berjumpa, aku harap hanya Rabb yang tau. fitrah itu kini mewarnai hari-hariku. tak seperti biasa, pagi yang ku awali dengan tahajjud menjelang subuh itu membuatku semakin bersemangat”ya…Allah, hari ini moga niatku terus hanya untuk Mu”…
Posted by: srirahmawati on: May 26, 2008
wuihhhh…kayak Agnes Mokawin aja….mo kemana buk…. ?
go internasional adalah impianku sejak dulu, mo ke Belanda liat rumah kakek adik kandung kakek aku, mo liat rumah Obama, tapi yang jelas kemana aja bole, yang penting luar negeri deh….n gak ketinggalan mo ke Baitullah, makam Rasul yang paling kucintai….toefl ku harus ningkat nie.pasti, apa juga dah sekolah berapa tahun, always belajar bahasa Inggris, kursus kesana kemari, punya sohib bule-bule….harus. target this year, i must go there. mo liat alam luar negeri yang pasti keren banget…dalam kapasitas apa buk perginya??? ya… terhormat dong, masa jadi tenaga kerja, di undang kek, liputan, pertukaran orang-orang keren…he…he…he….nyo kadang. tapai bener buat yang baca ni tulisan, tolong dong klo ada info segera kasi tau ke ane. sumpah dapet pin lho, dengan label Sri R. Nazar. pokok e, ane harus go there tahun ini…pulang dulu ya…dah 5 puluh ribu ne…
Posted by: srirahmawati on: May 26, 2008
1. kuliah harus klar, usaha nilai paling baik
2. baca buku lagi, sehari 5 jam
3. shalat tepat waktu, plus baca Qur’annya, dzikir, shalat sunnahnya
4. pagi, kembali hafal Qur’an
5. sering bersihin muka sekarang, jangan kayak dulu…pulang dari mana langsung tidur
6. Menulis
7. cari Murabbi baru
8. dISIPLIN NYUCI DEELLELL
9. English, lancarin lagi. 2 jam sehari belajarnya
10. cari organisasi yang bernafaskan dakwah.
11. 0k